Selasa, 19 April 2016

PROMO BONUS AGEN BOLA - Ini Mitos-mitos Premier League yang Dipatahkan Leicester

PROMO BONUS AGEN BOLA - Ini Mitos-mitos Premier League yang Dipatahkan Leicester Leicester merobek buku ketentuan mengenai Premier League dengan (PROMO AGEN BOLA) penampilan luar biasa mereka musim ini.

Ini Mitos-mitos Premier League yang Dipatahkan Leicester

PROMO AGEN CASINO - Pasukan Claudio Ranieri sempat dipandang rendah dan hanya diperkirakan 5000:1 untuk meraih gelar Premier League setelah hampir terdegradasi pada akhir musim lalu. Tapi kini mereka menjadi kandidat terkuat peraih trofi Liga Inggris dengan unggul lima poin dari Tottenham yang ada di posisi kedua.

Dengan sisa empat pertandingan lagi, Leicester kini sedikit lagi mengukir sejarah Premier League yang mungkin menjadi sejarah terhebat sepak bola dunia. Dari perjalanannya ini, mereka mematahkan mitos-mitos yang ada di Premier League bertahun-tahun.

Harus menghabiskan banyak uang

Sejarah menunjukkan sebuah klub harus menghabiskan banyak uang untuk bisa memenangkan Premier League, namun pengeluaran Leicester untuk gaji dan transfer jauh lebih kecil dari rival-rival mereka di papan atas. Calon PFA Player of The Year, Riyad Mahrez, Jamie Vardy dan N’Golo Kante berharga 350.000, 1 juta dan 5,6 juta Poundsterling. Pemain paling mahal mereka adalah Shinji Okazaji, 7 juta Pounsdterling.

Starting XI mereka seperti Kasper Schmeichel, Danny Simpson, Robert Huth, Wes Morgan, Christian Fuchs, Kante, Danny Drinkwater, Marc Albrighton, Okazaki, Mahrez dan Vardy totalnya 20 juta Poundsterling – seperdelapan dari total yang dihabiskan Manchester City di jendela transfer musim panas.

Perlu pengalaman juara

Ini dipatahkan Leicester. Di tim Ranieri hanya Morgan, Drinkwater dan Vardy yang merasakan juara, itu pun juara Championship, hanya mantan bek Chelsea, Robert Huth yang pernah merakasan trofi Premier League.

Pemain lain yang merasakan juara seperti Gokhan Inler (dua gelar liga Swiss), Marcin Wasilewski (tiga gelar liga Belgia). Sepertinya ini bukan pengalaman mitos Premier League.

PROMO JUDI BOLA - Kuncinya adalah rotasi

Sir Alex Ferguson adalah salah satu manajer yang mengutamakan rotasi di skuat Manchester United dan Claudio Ranieri salah satu yang mendukung hal tersebut saat masih di Chelsea. Tetapi, ketika di Leicester dia membuang kebiasaan lama tersebut dan mendapat kesuksesan di King Power Stadium.

Ranieri pernah mengganti starting XI-nya di enam laga berturut-turut melawan West Ham. Jika Vardy tidak dikartu merah pada laga tersebut, sudah pasti kita akan melihat komposisi yang sama saat mereka melawan Swansea akhir pekan ini.




Posted By : PROMO TARUHAN BOLA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar